Sabtu, 13 November 2010

Fahma-Hania, Ciptakan Game dan Menjadi Jawara Ajang Internasional

Font Size   Perkecil  Reset  Perbesar 
Siapa yang tidak suka bermain game, dari anak-anak hingga orang dewasa pun memainkannya. Bagaimana jika game tersebut dimainkan oleh anak berumur 12 tahun?

Berkat kepiawaiannya menciptakan aplikasi software untuk ponsel, Fahma Waluya Rosmansyah (12) dan adiknya, Hania Pracika Rosmansyah (7) berhasil mengharumkan nama bangsa. Karya mereka menjadi juara pertama di ajang internasional Asia Pacific Information and Communication Technology Award (APICTA) di Malaysia.

Walau game yang diciptakan cukup sederhana namun ini adalah hebat untuk anak seumuran Fahma yang masih berumur 12 tahun. 

Fahma mengatakan, dirinya bisa membuat software dalam waktu dua hingga tiga bulan. "Saya cuma mengubah program aplikasi Adobe Flash Lite menjadi software dalam bentuk lain," papar putra pasangan Yusep Rosmansyah, 39, dan Yusi Elsiano, 34, itu.

Setelah program dibuat, Fahma menambahkan efek suara dengan memanfaatkan suara Hania untuk mengisi. "Semua bahasa Indonesia diisi oleh suara Hania. Tetapi, software-nya saya yang buat sendiri," terangnya.
  
Meski lebih dulu menciptakan software untuk komputer, Fahma menyatakan tertarik untuk membuat aplikasi di dalam ponsel. Apa lagi setelah melihat adiknya sering meminjam ponsel Yusi, ibunda Fahma, untuk bermain games. "Daripada adik main games, iseng-iseng saya bikinkan software edutainment yang mirip dengan games juga," tuturnya.

Bocah kelahiran Bandung, 27 Mei 1998, itu mengatakan tidak berniat menjual hasil karyanya kepada masyarakat. Tetapi, hal itu tidak membatasi masyarakat untuk bisa mendapatkan aplikasi sederhana ciptaan Fahma. 
  
Sebab, juara Indonesia Information and Communication Technology Award (Inaicta) 2010 itu bahkan memublikasikan temuannya itu secara gratis dalam blog milik Yusi di alamat www.perkembangananak.com. "Saya tidak jual. Kalau mau download, silakan saja. Soalnya, hak patennya sudah dibeli sama Mama," tutur Fahma.
  
Hak paten itu, kata Fahma, semacam pembelian royalti kepada setiap hasil karya yang telah dia buat. Menurut dia, hasil aplikasi itu tidak dijual kepada perusahaan tertentu, namun dibeli sendiri oleh kedua orang tuanya. Setiap satu program aplikasi dihargai Rp 100 ribu. "Sebenarnya bukan dibeli, tetapi ini cuma cara Mama menyemangati aku saja," kata peraih predikat Youngest Ovi Nokia Developer 2010 itu.
  
Menurut Fahma, untuk bisa mengaplikasikan software miliknya tidak harus dengan ponsel yang memiliki fitur lengkap. Cukup dengan ponsel yang memiliki aplikasi Adobe Flash Lite, dipastikan pemilik ponsel bisa langsung menggunakannya. "Di-instal sebentar sudah langsung bisa dipakai, seperti main games biasa," jelasnya.

sumber: jpnn.com

Baca Artikel ini juga :

FEATURE VIDEO

BLOGWALKING FORUM

JOIN | SUBMIT ARTIKEL
 
rss