Jumat, 01 Oktober 2010

Ditemukan Kode 05091979 Pada Stuxnet Oleh Symantec

Font Size   Perkecil  Reset  Perbesar 

Para ahli security jaringan tampaknya masih dibuat penasaran dengan worm yang sangat kontroversial, Stuxnet. Dan penelitian terhadap worm tersebut yang akhirnya membawa hasil ditemukannya kode " 05091979 ".

Peneliti keamanan Symantec, Liam O Murchu mendapatkan kode 0591979 yang menjadi bagian dari worm tersebut. Menurutnya itu bukan kode pembuat pada tanggal 5 September 1979, namun kemungkinan mengarah kepada seorang pebisnis dan philantropist Yahudi, Habib Elghanian.

Sejak ditemukannya worm stuxnet, pihak microsoft selalu melakukan spekulasi dan mencari negara yang menjadi dalang dibalik worm tersebut. Karena di perkirakan memang worm tersebut di tujukan untuk menekan pembangunan nuklir di Iran. 

Untuk saat ini Liam O Murchu mengatakan link masih berada pada negara Israel. Dan juga dari kode-kode yang dibangun masih terdapat link-link yang mengecoh. Para ahli keamanan juga berpendapat hal ini bukanlah hal yang mudah pecahkan.

Dalam presentasinya Liam O Murchu mendemokan bagaimana worm tersebut menginfeksikan pada PLC Siemens. Ia menjelaskan bahwa malware target hanya dua model dari PLC Siemens ( S7 S7 300 dan 400) dan menyuntikkan kode rootkit berdasarkan konfigurasi yang sangat spesifik. Seta juga di jelaskan bagaimana  kode pertama akan berjalan dan bekerja. Kode begitu sempit ditargetkan bahwa hal itu tidak akan menginfeksi PLC kecuali ia menemukan kartu jaringan tertentu ( CP 342-5 ) , ia menambahkan , dikutip dari zdnet.com.

Setelah terkena serangan worm stuxnet tersebut maka PLC yang terinfeksi akan kehilangan kontrol. Selama demonstrasi, O Murchu menggunakan bukti - kode - konsep ( tidak berdasarkan Stuxnet 's) menginfeksi Siemens S7 -300 PLC perangkat dihubungkan ke pompa udara bersenandung . Menggunakan hanya delapan baris kode , ia memprogram pompa untuk menjalankan selama beberapa detik , menggembungkan balon merah.

Baca Artikel ini juga :

FEATURE VIDEO

BLOGWALKING FORUM

JOIN | SUBMIT ARTIKEL
 
rss